rigger
img freepick

Rigger Adalah: Persyaratan, Jenis Tanggung Jawab Dan Gaji

Apa itu Definisi Rigger?

Rigger adalah sebutan untuk pekerja profesional yang memiliki keahlian khusus dalam menggunakan sistem tali, kabel, dan alat angkat untuk memindahkan, memposisikan, atau mengangkat beban berat. Asal kata Rigger sendiri berasal dari istilah nautikal, yang merujuk pada individu yang bekerja dengan tali dan kabel di kapal layar untuk menaikkan, menurunkan, dan memposisikan layar.

Dalam dunia teknik dan industri modern, peran rigger telah berkembang. Mereka kini ditemukan di berbagai sektor industri, termasuk konstruksi, manufaktur, pertambangan, dan hiburan. Dalam setiap konteks, pekerjaan rigger melibatkan pengetahuan dan keterampilan mendalam tentang berbagai peralatan pengangkat, prinsip fisika, dan standar keselamatan kerja.

Rigger memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan bahwa beban dapat diangkat dan dipindahkan dengan aman dan efisien. Mereka harus dapat memahami dan menerapkan metode pengangkatan yang tepat, memilih peralatan pengangkatan yang sesuai, dan mengevaluasi beban dan kondisi kerja. Dalam banyak kasus, rigger juga bertanggung jawab atas inspeksi dan perawatan peralatan pengangkat.

Seorang rigger harus memiliki pengetahuan yang luas tentang berbagai jenis simpul, peralatan pengangkat, dan metode pengangkatan. Mereka juga harus mampu membuat keputusan cepat dan tepat dalam situasi yang berpotensi berbahaya. Pelatihan dan sertifikasi khusus biasanya diperlukan untuk menjadi rigger, yang menunjukkan bahwa individu tersebut telah mempelajari dan memahami prinsip-prinsip kunci dan prosedur keselamatan kerja dalam pekerjaan pengangkatan.

Persyaratan Menjadi Juru Ikat (Rigger)

Menjadi seorang rigger atau juru ikat membutuhkan serangkaian persyaratan tertentu yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.09/MEN/VII/2010, berikut ini adalah persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi rigger:

  1. Pendidikan: Kandidat harus memiliki pendidikan sekurang-kurangnya SLTP atau sederajat. Ini untuk memastikan bahwa calon rigger memiliki pengetahuan dasar yang diperlukan untuk memahami dan melaksanakan tugas-tugas mereka.
  2. Pengalaman Kerja: Calon rigger harus memiliki pengalaman kerja minimal 1 (satu) tahun. Pengalaman ini penting karena pekerjaan rigger melibatkan penanganan peralatan berat dan memerlukan keterampilan khusus yang biasanya diperoleh melalui pengalaman praktis.
  3. Kesehatan Fisik dan Mental: Rigger harus berbadan sehat, yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Pekerjaan ini sangat fisik dan memerlukan kekuatan dan stamina yang baik. Selain itu, kesehatan mental juga penting karena rigger seringkali harus membuat keputusan cepat di bawah tekanan.
  4. Usia: Calon rigger harus berusia sekurang-kurangnya 19 tahun. Ini untuk memastikan bahwa mereka cukup dewasa dan bertanggung jawab untuk menangani tugas dan risiko yang terkait dengan pekerjaan ini.
  5. Sertifikat dan Lisensi: Rigger harus memiliki lisensi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan buku kerja. Lisensi ini menunjukkan bahwa rigger telah menerima pelatihan resmi dan memahami standar keselamatan kerja yang berlaku.

Memenuhi persyaratan-persyaratan ini sangat penting untuk menjadi seorang rigger yang sukses dan efektif. Selain itu, memenuhi persyaratan ini juga penting untuk memastikan keselamatan di tempat kerja.

Harga Pelatihan dan Sertifikasi Seorang Rigger 

Untuk menjadi rigger yang profesional dan bersertifikat, seseorang harus mengikuti pelatihan dan sertifikasi yang sesuai. Menurut Kepmenaker Nomor 135 Tahun 2015, pelatihan dan sertifikasi rigger merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi.

Biaya pelatihan dan sertifikasi rigger bisa bervariasi tergantung pada banyak faktor, seperti lembaga pelatihan, durasi kursus, materi yang disampaikan, dan lain sebagainya. Selain itu, biaya ini juga bisa berubah dari waktu ke waktu.

Pada saat penulisan ini, untuk rata-rata biaya pelatihan dan sertifikasi rigger di Indonesia bisa berkisar antara IDR 2.000.000 hingga IDR 5.000.000. Namun, penting untuk mencatat bahwa biaya ini dapat berbeda tergantung pada lokasi dan provider pelatihan.

Selain biaya pelatihan dan sertifikasi, calon rigger juga harus mempertimbangkan biaya lain seperti transportasi ke lokasi pelatihan, penginapan (jika diperlukan), dan biaya hidup selama masa pelatihan.

Disarankan untuk selalu melakukan penelitian dan meminta informasi dari beberapa penyedia pelatihan sebelum memutuskan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Anda.

Penting untuk diingat bahwa investasi dalam pelatihan dan sertifikasi adalah investasi dalam karir Anda sebagai rigger. Pelatihan dan sertifikasi dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda, membuat Anda lebih kompetitif di pasar kerja, dan berpotensi meningkatkan gaji Anda. Oleh karena itu, sebaiknya jangan biarkan biaya menjadi hambatan untuk pengembangan profesional Anda.

Tanggung Jawab Seorang Rigger

Seorang rigger memainkan peran penting dalam berbagai industri dan pekerjaan. Tanggung jawab utama seorang rigger melibatkan penggunaan berbagai peralatan dan metode untuk mengangkat, memindahkan, dan memposisikan beban berat secara aman dan efisien. Namun, pekerjaan rigger melibatkan lebih dari sekadar mengangkat dan memindahkan beban; berikut ini adalah beberapa tanggung jawab seorang rigger:

  1. Perencanaan Pekerjaan: Seorang rigger bertanggung jawab untuk merencanakan dan mempersiapkan pekerjaan pengangkatan. Ini dapat mencakup penentuan metode pengangkatan yang paling tepat, pemilihan peralatan yang sesuai, dan perhitungan beban dan pusat gravitasi.
  2. Inspeksi Peralatan: Rigger harus melakukan inspeksi rutin pada peralatan pengangkat dan perlengkapan penunjang lainnya untuk memastikan bahwa semuanya dalam kondisi kerja yang baik dan aman untuk digunakan.
  3. Operasi Peralatan: Rigger bertanggung jawab atas pengoperasian peralatan pengangkat. Mereka harus mampu mengendalikan peralatan tersebut dengan tepat dan aman.
  4. Pemeliharaan Peralatan: Rigger juga bertanggung jawab atas pemeliharaan dan perawatan peralatan pengangkat. Ini dapat mencakup pembersihan, pelumasan, dan penyesuaian peralatan yang diperlukan.
  5. Keselamatan Kerja: Seorang rigger memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan di tempat kerja. Mereka harus memahami dan menerapkan standar keselamatan kerja, serta mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya.
  6. Komunikasi: Rigger harus berkomunikasi dengan jelas dan efektif dengan tim dan pihak lain yang terlibat dalam pekerjaan. Mereka harus memberikan instruksi yang jelas dan memastikan bahwa semua orang memahami rencana pengangkatan dan tindakan keselamatan yang perlu diambil.
  7. Mengikuti Prosedur dan Regulasi: Rigger bertanggung jawab untuk memahami dan mengikuti semua prosedur operasional standar (SOP) dan regulasi yang relevan dengan pekerjaan mereka.
  8. Pelaporan: Dalam beberapa kasus, rigger mungkin juga bertanggung jawab untuk mencatat dan melaporkan detail pekerjaan pengangkatan, termasuk insiden atau masalah keselamatan yang mungkin terjadi.

Menjadi rigger adalah pekerjaan yang menuntut dan memerlukan tingkat pengetahuan dan keterampilan teknis yang tinggi, serta komitmen terhadap keselamatan.

rigger
img freepick

Jenis Alat Rigging

Dalam melakukan pekerjaannya, seorang rigger akan menggunakan berbagai jenis alat atau peralatan rigging yang memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis alat rigging yang sering digunakan dalam pekerjaan konstruksi maupun non konstruksi:

  1. Shackle: Shackle adalah alat yang digunakan untuk menyambungkan atau mengaitkan sling dengan objek atau barang yang akan diangkat. Shackle tersedia dalam berbagai ukuran dan bentuk, tergantung pada kebutuhan pengangkatan.
  2. Masterlink: Masterlink adalah penyambung berbentuk lingkaran yang berfungsi sebagai sambungan antara alat rigging dengan wire slop sling atau juga chain sling. Masterlink memastikan distribusi beban yang merata dan aman pada sistem pengangkatan.
  3. Wire Clip: Wire Clip digunakan untuk menahan ujung wire rope agar tidak terlepas. Wire Clip memastikan koneksi yang kuat dan aman antara wire rope dan peralatan lainnya.
  4. Turnbuckle: Turnbuckle adalah alat yang digunakan untuk mengontrol ketegangan dari tali atau sling yang dikaitkan padanya. Turnbuckle memungkinkan penyesuaian presisi ketegangan tali atau sling untuk memastikan pengangkatan yang aman dan efektif.
  5. Swivel: Swivel adalah alat bantu angkat rigging yang digunakan untuk menjaga kestabilan barang saat diangkat. Swivel memungkinkan barang yang diangkat berputar tanpa memutar atau memutar tali atau sling.
  6. Connecting Link: Connecting Link adalah alat tambahan untuk chain sling yang berfungsi sebagai alat bantu pasang antara ujung sling chain dengan bagian lainnya seperti hook atau shackle.
  7. Hook atau Gancu (Ganco): Hook adalah alat yang berfungsi sebagai alat kait yang bisa digunakan untuk menarik, mengikat, dan mengangkat benda. Hook dapat memegang beban secara langsung atau dapat digunakan untuk menghubungkan beban dengan sling atau tali.
  8. Eye Bolt: Eye Bolt adalah alat pendukung dalam proses pengangkatan barang yang dipasang pada barang yang tidak memiliki pengait. Eye Bolt memungkinkan pengangkatan beban yang aman dan terkendali.
  9. Load Binder: Load Binder adalah alat yang digunakan untuk menarik kencang dan mengikat beban ke kendaraan atau struktur lainnya. Load Binder sering digunakan dalam pengangkutan beban jarak jauh untuk memastikan bahwa beban tetap aman dan terkendali selama perjalanan.

Masing-masing alat ini memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda, dan dipilih berdasarkan jenis beban, metode pengangkatan, dan kondisi kerja. Memahami dan mampu menggunakan alat rigging dengan benar adalah bagian penting dari pekerjaan seorang rigger.

Gaji Rigger

Gaji seorang rigger dapat bervariasi secara signifikan tergantung pada banyak faktor, termasuk lokasi kerja, tingkat pengalaman, peran dan tanggung jawab, serta industri tempat mereka bekerja. Di Indonesia, berikut ini adalah perkiraan gaji rigger berdasarkan berbagai sumber:

  1. Rigger Pemula: Untuk rigger yang baru memulai karir mereka atau memiliki sedikit pengalaman, gaji rata-rata berkisar antara IDR 3.500.000 hingga IDR 5.000.000 per bulan.
  2. Rigger Berpengalaman: Rigger dengan beberapa tahun pengalaman dan keterampilan spesialis dapat mengharapkan untuk mendapatkan gaji sekitar IDR 6.000.000 hingga IDR 10.000.000 per bulan.
  3. Rigger Senior atau Lead Rigger: Bagi rigger yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dan memimpin proyek atau tim, gaji dapat berkisar dari IDR 12.000.000 hingga IDR 20.000.000 atau lebih per bulan.

Harap dicatat bahwa angka-angka ini hanya perkiraan dan gaji aktual dapat bervariasi. Faktor lain yang mungkin mempengaruhi gaji rigger meliputi sertifikasi yang mereka miliki, tingkat pendidikan, dan tingkat permintaan untuk keterampilan mereka di pasar kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *